Handphone Sahabat Baik Bagi Anak



Alat komunikasi dapat didefinisikan sebagai satu sarana untuk menyebarkan informasi bagi perseorangan maupun orang banyak. Menurut sejarah, alat komunikasi diklasifikasikan menjadi alat komunikasi tradisional dan modern. Baik alat komunikasi tradisional maupun memiliki tujuan yang sama. Salah satu alat komunikasi tradisional adalah kentongan/lonceng. Penggunaan kentongan sudah jarang di kalangan masyarakat, namun dibeberapa daerah masih menggunakannya sebagai alat penanda waktu. Kentongan dibunyikan sebagai penanda suatu kejadian kalau ada pencuri, sebagai penanda waktu atau mengumpulkan orang untuk mengadakan rapat.
Alat komunikasi memasuki babak baru dan berkembang semakin pesat manakala telah ditemukannya teknologi listrik. Manusia dengan segenap akal budinya selalu mengupayakan bentuk alat komunikasi agar semakin memiliki daya guna bagi kehidupan. Beberapa hal yang mendasari perkembangan alat komunikasi adalah jumlah penduduk yang relatif cepat, keinginan manusia untuk melakukan segala sesuatu dengan cepat, jangkauan atau sasaran yang ingin dicapai agar semakin luas, keinginan manusia untuk membagikan berita agar semakin mudah dan bagaimana dapat dicipta suatu alat yang sederhana namun mampu menjawab kebutuhan hidup khususnya dalam komunikasi. Semakin berkembangnya zaman, penggunaan alat elektronik sudah tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat baik kalangan menengah ke atas maupun kalangan menengah ke bawah. Maka dirancanglah alat komunikasi agar dapat menjangkau jarak jauh sampai beribu-ribu mil. Bahkan orang yang sedang berada di luar negeri pun dapat dijangkau. Seperti yang dirasakan saat ini, manusia dapat berkomunikasi dengan teman atau saudara sekalipun jaraknya jauh. Kecanggihan dari alatnya pun dapat dirasakan. Salah satu contoh alat komunikasi modern adalah (handphone). Handphone yang dirancang simple dalam genggaman namun memiliki multi fungsi untuk menjawab kebutuhan manusia.
Alat komunikasi sangat menarik perhatian bagi banyak orang. Yang lagi trend adalah android atau orang menyebut handphone pintar. Kenapa bisa disebut handphone pintar? ya, dengan adanya android ini alat komunikasi handphone semakin canggih karena hanya dengan menyentuh layarnya saja kita sudah bbisa menikmati dan menggunakannya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Contohnya, mengirim pesan dapat kita lakukan mudah dengan cara mengetik di atas layar yang sudah tersedia aplikasi keyboardnya. Orang dewasa, muda, bahkan sampai anak-anak usia kecil sudah mengenal alat komunikasi yang namanya handphone. Padahal zaman 90an lalu alat komunikasi ini masih jarang dimilliki oleh setiap orang. Bahkan harga yang ditawarkan pun sangat mahal bisa sampai berjuta-juta. Bisa dibilang, hanya orang-orang yang mempunyai banyak uang saja yang bisa membeli HP. Bentuk handphonenya pun berkembang, mulai dari fisik yang besar sampai bentuk yang begitu simpel saat ini. Banyak dijumpai penyedia produk HP dengan harga yang murah sehingga memungkinkan semua kalangan mampu memilikinya. Tidak hanya orang kota namun yang berada di pedesaan pun hampir semua memilikinya. Selain alat untuk komunikasi handphone juga digunakan sebagai sumber informasi. Sudah banyak sekali bermunculan handphone canggih yang menyajikan berbagai aplikasi menarik. Seperti yang sedang trend saat ini adalah aplikasi instagram, dengan itu kita bisa membuat insta story atau merekam semua aktivitas yang sedang kita lakukan secara langsung. Memosting foto dengan berbagai caption yang menarik. Banyak hal baik yang dapat kita pelajari, namun tak sedikit pula hal buruk yang ada karena dampak alat elektronik/handphone tersebut. Melalui handphone kita bisa melihat berbagai kejadian yang sedang terjadi di luar sana. Bisa posting berbagai aktivitas yang sedang kita lakukan, bahkan melalui media komunikasi ini bisa menjadikan orang terlena dibuatnya. Banyak orang melampiaskan emosi-emosi dan kemarahan lewat status yang dibuatnya. Tanpa menyaring mana yang layak untuk di publikasikan.
Menurut satu penelitian dilihat hasil bahwa pengguna aktif alat komunikasi handphone adalah pertama usia 25-35 tahun, kedua umur 15-25 tahun, ketiga umur 8-15 tahun, keempat umur 35 tahun ke atas, kelima adalah pengguna dengan usia di bawah 8 tahun. Dari penelitian tersebut dapat menjadi gambaran bahwa kalangan muda menjadi begitu dominan dalam pemanfaatan alat komunikasi, yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana nilai komunikasi mendasari para kalangan muda. Lantas bagaimana dengan para putra bangsa yang berusia diabawah 8 tahun? Anak-anak ini masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Banyak sekali dampak yang kurang baik bagi anak di bawah umur. Dengan adanya alat komunikasi ini banyak orang dipermudah dan dipercepat untuk melakukan segala aktivitasnya. Bahkan dengan sekali menekan tombol enter tersebarlah semua konten kesegala penjuru dunia. Ada beberapa hal yang akan penulis sampaikan terkait dengan dampak negatif dari alat komunikasi modern bagi anak-anak, antara lain:
Pertama adalah perilaku asosial. Salah satu konten dari alat komunikasi adalah maraknya aplikasi yang akan memanjakan. Sehingga anak enggan melepaskan alat komunikasi (khususnya handphone) kemudian mengerjakan sesuatu yang menjadi peran anak. Dalam hal ini sangat nampak handphone bak sahabat karip yang selalu setia menemani hari-harinya. Bahkan dijumpai banyak kejadian handphone harus dibawa ke tempat tidur mendampingi tidurnya. Dalam kondisi seperti ini tentunya kesempatan belajar bersosial dengan teman sebaya hingga ke orang tua terserabut oleh kesibukan diri yang memanjakan. Orang mengatakan “yang jauh menjadi dekat, yang dekat menjadi jauh”. Memang benar ungkapan itu, sekarang cenderung orang kalau sudah berkumpul bersama dalam suatu acara pun mereka memilih untuk lebih sibuk dengan dunianya sendiri terutama di dunia maya. Ruang sosial yang terserabut ini sangat memugkinkan anak menjadi sosok yang apatis, tidak bisa berkomunikasi baik dengan lingkungannya, egois dan lain sebagainya.
Kedua adalah malas. Rasa asik menikmati sebut salah satu contoh adalah game sangat memungkinkan terjadinya pelanggaran proses waktu dalam sehari-hari. Hal ini bisa dibuktikan dengan fakta berapa lama anak mampu bertahan untuk bermain game, berapa lama waktu belajar, berapa kali mau membantu orang tua, berapa persen menggunakan handphone untuk membantu belajar, berapa lama anak berinteraksi dengan lingkungan, dan yang paling penting adalah adakah waktu untuk berdoa. Ini merupakan penyalahgunaan handphone dan peralatan canggih yang ada di zaman modern ini. Banyak sekali orang yang asyik memainkan gadget nya daripada asyik ngobrol dengan temannya. Bahkan orang tua pun terkadang salah memanfaatkan gadgetntya. Banyak sekali orang tua yang tidak mau repot mengurusi anaknya karena rewel atau berbagai hal lalu mereka memberikan gadgetnya kepada anaknya. Dengan memperlihatkan video, gambar atau film-film kartun yang biasanya anank-anak sukai. Tindakan yang mereka ambil pun secara spontan dan instan tanpa berpikir panjang dampak dan akibat dari perlakuannya itu. Keberadaan anak pada zona nyaman inilah menjadi embrio sikap malas berawal.
Ketiga adalah perilaku hidup boros. Handphone akan berfungsi manakala ada pulsa atau kuota data. Sebagai contoh jika satu anak dalam satu bulan menghabiskan pulsa dan kuota sebanyak seratus ribu, dalam setahun sudah satu juta duaratus. Apa yang anak peroleh? Karena dalam keseharian terlau bebas atau lepas kontrol dalam menggunakan handphone bisa mengakibatkan perilaku ini adalah benar dipikiran si anak. Secara ekonomis, anak tidak beroleh hasil apa-apa. Dilihat dari sisi kebutuhan, anak belum saatnya menggunakan handphone secara bebas. Pendidikan enterpreneur atau melatih diri untuk terampil, dan mampu membedakan kebutuhan dan kesenangan semakin jauh dari harapan.
Keempat adalah perilaku tidak setia pada proses. Zaman yang modern ini dengan semua yang serba instan. Banyak orang  yang merasakan keberadaan dari alat modern ini. Apapun yang disuguhkan begitu cepat. Bahkan semua dapat dijangkau dengan satu jari. Bukankah hidup tidak semua bisa dijalankan dengan cepat? Masih ada sisi kejiwaan yang seharusnya diupayakan agar lebih setia pada proses itu sendiri.
Kelima adalah dapat menjadi korban atau pelaku pornografi. Selain itu ternyata dengan adanya handphone memberi kesempatan orang semakin ingin berbuat jahat. Apa yang disajikan di dunia maya tidak semuanya baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai contoh, banyak sekali beredar video-video porno yang diunggah oleh sekelompok orang, prostitusi online, dan lain sebagainya. Bahkan terjadi unggahan video porno yang diperankan oleh anak dengan tanpa memiliki rasa malu dan berdosa melakukan aktifitas seksual menyimpang dihadapan teman-temanya. Ada banyak video yang ditampilkan tidak sesuai dengan perkembangan anak. Fakta telah membuktikan bahwa dengan terbongkarnya banyak kasus yang berkonten pornografi. Dan masih banyak peristiwa atau kejadian penyimpangan seksual yang tidak terpublikasi di media.
Keenam adalah memunginkan anak mengalami kegagalan proses hidup masa anak. Orang tua yang terlalu dididik memberikan fasilitas handphone (usia balita) membuktikan bahwa telah terjadi penukaran kasih sayang orang tua dengan perangkat handphone. Mungkin yang ada dalam benak orang tua adalah ketika anak bisa asik dengan handphonenya, anak akan diam dan tidak menganggu aktifitas orang tuanya. Sehingga dampaknya pada umur tertentu anaknya belum bisa bicara atau lambat dalam perkembangannya. Secara tidak langsung dampak dari penggunaannya orang dikendalikan oleh alat itu.
Ketujuh adalah potensi menjadi manusia yang tidak berkualitas. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena mempunyai akal budi telah tepasung dalam aktifitas berlebihan penggunaaan handphone. Tentunya perkembangan alat komunikasi juga memiliki pula dampak positifnya. Banyak sekali manfaat yang kita rasakan. Dengan adanya handphone kita dapat memperoleh berbagai informasi dan dapat tahu segala berita yang sedang terjadi di luar sana. Sekarang orang mau mencari pekerjaan saja tinggal membuka handphone dan mencari daftar lowongan pekerjaan yang sedang diiklankan dan tidak usah repot-repot mendatangi setiap lembaga atau perusahaan yang membuka lapangan pekerjaan dan menanyakan apakah ada lowongan pekerjaan. Berita-berita dan informasi yang terkait dengan perkembangan zaman sudah ada di internet semua. Kita tinggal membuka handphone kita dan mencari apa yang kita inginkan. Orang mau berbelanja pun tidak usah repot pergi ke pasar, toko, atau mall tempat menjual barang dan kebutuhan pokok. Orang menyebutnya online shop. Disitu sudah disediakan berbagai macam barang kebutuhan kita, tinggal kita memilih barang mana yang mau dibeli dan sesuai dengan kantong kita. Mau barang yang paling murah sampai yang paling mahal semua ada disana. Semua serba dipermudah dengan adanya alat yang canggih ini. Itulah berbagai manfaat negatif dan positifnya yang dapat kita rasakan.
Nah tinggal sikap kita sebagai penentunya mau atau tidak kita dikendalikan oleh alat. Kita sebagai orang yang lebih dewasa mengajarkan bagaimana hal yang baik untuk dikonsumsi anak-anak tentunya yang sesuai dengan perkembangannya. Apalagi anak zaman sekarang tidak mungkin tidak kenal dengan alat yang namanya handphone itu. Memang banyak sekali manfaatnya tetapi perlu diingat juga dampak negatifnya. Kita harus pintar-pintar memilah dan memberikan hal yang positif itu bagi anak-anak. Kesadaran penggunaan handphone yang baik bagi anak. Terutama orang tua harus mendampingi anak yang masih di bawah umur jika sedang bermain handphone. Harus dibatasi waktunya kapan saja boleh bermain handphone dan hal apa saja yang boleh dilihat. Sebagai contoh video pembelajaran, belajar mengucapkan kata bahasa inggris, tentang pengetahuan dan ilmu dan lain sebagainya. Kalau anak yang sudah memasuki sekolah dasar bisa diajarkan cara menulis artikel, berita, dan pengalaman yang mereka alami. Kita ajarkan kepada anak untuk tertarik menulis. Menulis itu sangat bermanfaat bagi masa depannya. Tulisan yang ditulisnya bisa posting di media sosial. Dengan begitu anak sudah senang dan bahagia karena tulisan yang mereka buat dapat dibaca oleh banyak orang. Selain itu anak juga bisa diarahkan ketika bermain handphone, untuk melihat hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan atau perkembangan anak. Agar informasi yang didapatkan anak dapat sesuai dengan berkembang dan berguna untuk melatih anak mempersiapkan masa depannya. Apresiasi-apresiasi kecil harus selalu kita berikan pada anak seberapapun hasilnya dan bagaimana bentuk karya anak itu, karena dimulai dari yang sederhana dan hal kecil suatu hasil besar tercipta. Mari kita ajarkan kepada anak bagaimana cara menggunakan handphone yang tepat dan baik. Demi masa depan generasi muda yang berkualitas dan memiliki berintegritas tinggi itu, semua untuk kemajuan bangsa. Untuk itu bibit-bibit yang ada harus kita dampingi agar tercipta bibit yang unggul.


Komentar